Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Menghapus Virus di Pikiran

Oleh Irwan Prayitno 
Gubernur Sumbar 


Banyak yang bertanya, kok saya kelihatan santai saja,seperti tanpa beban. Padahal beban kerja luar biasanya banyaknya. Masalah yang muncul hampir tak berhenti dari menit ke menit, datang silih berganti.

Masalah pekerjaan, masalah kampung, masalah organisasi, masalah keluarga, masalah terus… seperti tak habis-habis terus berdatangan yang harus dihadapi sejak fajar mulai menyingsing hingga larut tengah malam menjelang mata terlelap. 

Jawabannya sederhana saja, yaitu pemaaf dan ikhlas. Jika ada masalah, diselesaikan dengan baik sampai tuntas secepatnya, jangan ditunda-tunda. Jika ada yang berbuat salah, segera maafkan dan jika berbuat salah segera minta maaf. Jika ada yang berbuat jahat terhadap kita, jangan balas dengan kejahatan. Karena jika hal itu kita lakukan, maka sama saja jahatnya kita dengan mereka. Biarlah Allah yang menunjukkan jalan yang terbaik. 

Tentu akan timbul pertanyaan, bagaimana jika ada di antara masalah yang dihadapi tersebut tidak bisa diselesaikan dan menemui jalan buntu? Jawabannya, serahkan masalah tersebut kepada Allah SWT. Jika telah diupayakan dengan kerja keras dan segala upaya, namun masalah itu tetap tak ada jalan keluar, maka hanya Allah tempat kita mengadu. Insya Allah, Allah akan menunjukkan jalan keluar yang terbaik. 

Pada umumnya manusia memiliki tiga kelemahan yang merupakan sifat dasar manusia, yaitu khilaf, doif (lemah) dan nafsu. Ketiga sifat ini membuat manusia sering berbuat kesalahan. Namun kadangkala kesalahan kecil, tanpa disadari bisa berdampak besar. Di lingkungan kerja, kesalahan bisa menyebabkan kekesalan yang pada akhirnya menyebabkan suasana tidak nyaman dan prestasi kerja menjadi menurun. 

Siapapun manusia di dunia ini, sehebat apapun dia, pasti pernah berbuat kesalahan. Tak ada manusia yang sempurna. Karena itu wajar manusia melakukan kesalahan. Tugas kita adalah memberi maaf dan meminta maaf. Nabi Muhammad SAW dalam salah satu haditsnya mengatakan ciri-ciri orang masuk surga adalah memaafkan kesalahan orang lain setiap malam menjelang tidur. 

Jika semua persoalan telah diselesaikan dengan baik, bekerja dengan ikhlas dan semua kesalahan telah dimaafkan dan telah meminta maaf atas kesalahan yang kita lakukan, maka tak ada alasan masih banyak masalah yang membebani pikiran kita. Hidup terasa nyaman, beban pikiran terasa ringan, kita bisa bekerja dan berpikir dengan tenang. Benar apa yang dijanjikan Nabi Muhammad SAW, orang yang memaafkan kesalahan orang lain, akan memperoleh surga. 

Dalam kenyataannya, tidak hanya surga di akhirat kelak yang bisa kita peroleh tetapi, tetapi juga surga di dunia. Mereka yang bersikap pemaaf dan bekerja dengan ikhlas mendapatkan ketentraman hidup di dunia. Makan enak, tidur nyenyak, tak ada dendam dan sakit hati, tak ada beban pikiran menumpuk di kepala. Itulah surga di dunia. 

Kesalahan, baik disengaja maupun tidak disegaja bisa menimbulkan amarah, dendam dan sakit hati. Amarah, dendam dan sakit hati jika disimpan akan menjadi beban dalam pikiran. Makin lama makin banyak dan terus bertumpuk-tumpuk. Seperti virus dalam komputer,virus tersebut terus bertambah banyak dan bertambah. Akibatnya suatu saat komputer tersebut error, tak mampu lagi berkerja. Pada manusia hal yang hampir sama juga terjadi. Jika beban pikiran terus menumpuk, maka suatu saat bisa menimbulkan stress. 

Untuk mengatasi hal tersebut, pada komputer diatasi dengan antivirus. Antivirus akan mendelete (menghapus) virus-virus yang mengganggu sistem kerja komputer. Pada manusia antivirusnya adalah “memaafkan”. Memaafkan akan menghapus (mendelete) semua beban pikiran berupa amarah, dendam dan sakit hati. 

Allah dalam QS. Ali Imran:133 berfirman, Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. QS. Ali Imran:134, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. ***


Haluan 12 September 2012

Mendapatkan Pahala Haji Mabrur

Bagi setiap orang yang menunaikan ibadah haji dengan diiringi keikhlasan kepada Allah tentunya mengharapkan agar ibadah hajinya diterima Allah SWT atau dengan kata lain mendapatkan gelar Haji Mabrur. Dan yang pastinya setiap orang yang menunaikan ibadah haji ke Baitullah belum tentu mendapatkannya walaupun mungkin sudah berhaji lebih dari satu kali.

Kalau mereka yang sudah diberi kesempatan dan mampu untuk menunaikan ibadah haji saja belum tentu mendapatkan pahala haji yang Mabrur apalagi bagi kita yang belum mampu untuk melaksanakannya tentunya akan lebih sulit. Demikian mungkin kilasan yang ada difikiran kita.

Allah adalah Zat yang Maha Pengasih dan Penyayang, Allah tidak akan membebankan sesuatu sesuai dengan kemampuan hambaNya. Makanya Ibadah Haji adalah satu-satunya ibadah dalam Rukun Islam yang kewajiban pelaksanaannya mempersyaratkan jika mampu (harta, jiwa, dan raga). Berbeda dengan Ibadah yang lainnya seperti Sholat, Shoum, dan Zakat.

Walaupun dalam pelaksanaannya tidak semua orang mampu untuk menunaikannya. Tapi Allah memberikan kesempatan bagi setiap Mu’min untuk memperoleh pahala yang setara dengan pahala Haji Mabrur seperti halnya Pahala Jihad dimana mereka yang memberikan bekal dan menanggung kehidupan keluarga mujahid yang berangkat ke medan juang akan dijanjikan oleh Allah pahala yang sama dengan orang yang berangkat kemedan Jihad. Demikian pula ketika kita memberikan makanan berbuka bagi orang yang sedang berpuasa, Allah menjanjikan pahala yang sama dengan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut.

Lalu bagaimana kita bisa mendapatkan pahala Haji Mabrur walaupun kita belum diberi kesempatan oleh Allah untuk menunaikan ibadah haji ke Baitullah?......

Bagi kita yang sudah diberi kesempatan oleh Allah untuk menunaikan Puncak dari Rukun Islam tersebut, paling tidak tulisan ini bisa kita jadikan sebagai tips amaliyah yaumiyyah (amalan harian kita) agar kita selalu mendapatkan pahala tersebut.

Mari kita simak hadits Rasulallah SAW ini:

“Barang siapa berada pada pagi hari tanpa bermaksud mendzalimi seorangpun, maka akan diampuni dosa-dosanya. Dan barang siapa berada pada pagi hari dan berniat untuk menolong orang yang teraniaya serta memenuhi keperluan seorang Muslim, maka baginya pahala seperti pahala Haji Mabrur.”

Dari hadits di atas menunjukkan bahwa Allah Maha Adil, bagi mereka yang belum dapat menunaikan ibadah Haji, Allah memberikan kesempatan kepada mereka memperoleh pahala yang sama dengan pahala Haji Mabrur dengan cara sebagai berikut:
  1. Berniat disetiap pagi hari untuk:
    • tidak mendzalimi siapapun khususnya sesama Muslim
    • menolong orang yang teraniaya siapapun dia khususnya seorang Muslim
    • memenuhi keperluan seorang Muslim
  2. Berusaha dengan sungguh-sungguh merealisasikan apa yang diniatkan sesuai dengan kemampuan kita.
  3. Mengikhlaskan seluruh apa yang telah dilakukan karena Allah SWT.
Untuk membantu sesama Muslim, Rasulallah memberikan gambaran amal yang bisa dilakukan dalam sebuah hadits sbb:

“Manusia yang paling dicintai Allah adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain. Amal yang paling utama adalah menyenangkan hati orang beriman (Mu’min) dengan cara menghilangkan kelaparan darinya, atau menjauhkan kesusahan darinya, atau melunasi hutangnya. Ada dua perkara yang sangat kotor dan keji, yaitu: menyekutukan Allah dan menimbulkan kemudharatan bagi kaum Muslimin”.

Wallahu’alamu bishowwab

20 Cara Membahagiakan Istri

........................"Rumahku Surgaku".........................

Itulah harapan sebuah pernikahan. Memang, tidak mudah untuk mewujudkan harapan tersebut, bisa-bisa rumahku menjadi nerakaku. Dibutuhkan kerjasama yang harmonis diantara suami dan istri ketika mengarungi bahtera pernikahan. Selain itu, dibutuhkan pemahaman mengenai cara memelihara pernikahan agar tetap harmonis dan tahan terhadap badai ujian.

Rasulullah SAW bersabda :

“ Yang terbaik di antara kalian adalah yang paling baik (perlakuannya) terhadap istri-istrinya dan aku adalah yang terbaik di antara kalian terhadap istri-istriku.”

Rasullullah SAW juga bersabda :

“ Tidak ada yang memuliakan wanita dengan sejati kecuali laki-laki yang pemurah (dermawan) dan tak seorangpun yang menghina mereka (wanita) kecuali laki-laki yang kasar.”

Tugas-tugas seorang suami kepada istrinya :
  1. Hendaklah Anda selalu memperlihatkanlah wajah yang menyenangkan ketika masuk ke rumah, ucapkan salam Islam “assalaamu’alaikum” dengan senyuman yang manis, raih tangannya dan peluklah istri Anda dengan mesra.
  2. Ketika berbicara, untaikan kalimat yang manis serta memikat istri Anda. Usahakan istri Anda merasa benar-benar diperhatikan dan menjadikannya wanita paling khusus untuk Anda. Untaian kalimat yang disampaikan kepadanya hendaknya jelas (ulangi jika perlu) dan panggillah istri Anda dengan sebutan yang dia sukai seperti ; manisku, sayangku, cintaku dan lain sebagainya.
  3. Meskipun Anda mempunyai beban kerja yang banyak, luangkanlah waktu untuk beramah tamah dan bercengkerama dengan istri Anda. Hal ini juga dilakukan oleh Rasulullah SAW dimana beliau juga beramah tamah dan menghabiskan waktu bersama para istri beliau, meskipun pada saat itu beliau juga penuh dengan pekerjaan serta beban tanggung jawab yang sangat besar.
  4. Mainkanlah suatu permainan ataupun selingan yang menggembirakan bersama istri Anda. Hal ini dinyatakan dalam suatu hadist bahwa Rasullah SAW bersabda :
    “ Semua hal yang di dalamnya tidak menyebut nama Allah SWT, adalah suatu kesia-siaan, kecuali dalam empat hal : seorang laki-laki yang sedang bermain dengan istrinya, melatih kuda, membidik di antara dua sasaran, serta mengajarkan berenang.”
  5. Membantu pekerjaan sehari-hari rumah tangga. Usahakan Anda membantu dan menolong istri Anda dengan tugas-tugas keseharian rumah tangga Anda, seperti membeli makanan, mempersiapkan makanan, membersihkan serta mengatur rumah, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini akan membawa kebahagiaan tersendiri pada diri istri Anda dan tentu saja akan semakin memperkuat cinta Anda dan hubungan Anda bersama sang Istri.
  6. Usahakan musyawarah selalu menghiasi rumah tangga Anda. Bermusyawarahlah dengan istri Anda, dalam setiap permasalahan. Pendapat yang di sampaikan Ummu Salamah kepada Rasulullah SAW pada saat perjanjian Hudaibiyyah adalah suatu kejadian yang sangat terkenal. Hal ini merupakan cara yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW untuk bermusyawarah dengan para istri dan para sahabat beliau.
  7. Ketika Istri Anda sedang berkunjung ke tempat saudaranya, teman-temannya, serta orang-orang saleh, maka temanilah istri Anda.
  8. Tata cara melakukan perjalanan dan meninggalkan istri di rumah. Jika Anda tidak bisa membawa serta istri Anda dalam perjalanan, maka ucapkanlah selamat tinggal dengan penuh rasa sayang, bekalilah istri Anda dengan persediaan kebutuhan sehari-hari dan uang secukupnya, mintalah istri Anda untuk mendo’akan Anda, sering-seringlah untuk menghubungi istri Anda. Jangan lupa untuk meminta pertolongan kepada orang yang Anda percayai untuk menjaga keluarga Anda selama Anda bepergian. Persingkat perjalanan Anda jika dirasa sudah tidak penting lagi dan pulanglah dengan membawa oleh-oleh. Hindari untuk pulang pada malam hari atau pada saat-saat yang tidak diharapkan.
  9. Dukungan keuangan. Tumbuhkanlah sikap dermawan pada diri Anda (tidak pelit) dalam urusan pengeluaran rumah tangga Anda, tentunya harus sesuai dengan kemampuan keuangan Anda. Dukungan keuangan yang baik (tidak boros tentunya) akan sangat berguna untuk memelihara kestabilan perkawinan Anda.
  10. Buatlah diri Anda agar selalu berbau harum dan perindah penampilan Anda . Allah SWT itu indah dan Dia menyukai keindahan. Maka selalu bersihlah Anda, rapi, dan pakailah parfum. Ibnu Abbas r.a. berkata :
    “ saya menyukai keindahan diri saya sendiri untuk istri saya, seperti halnya saya menyukai keindahan istri saya untuk saya.”
  11. Tentang hubungan seksual. Merupakan tugas dari suami untuk mencukupi kebutuhan serta hasrat seksual sang istri. Bisa jadi sekali waktu istri Anda sedang berada dalam masa yang sangat prima berkenaan dengan kesehatan fisik dan psikologisnya.
  12. Penuh perhatian. Seorang suami muslim harus sangat perhatian dan penuh perasaan terhadap istrinya. Istri Anda pasti mengalami dan melewati bermacam-macam perubahan baik secara fisik dan psikologis. Pada saat-saat seperti itu, istri Anda sangat memerlukan suatu perlakuan yang mesra dan penuh perhatian, agar istri Anda bisa menghapus kesusahan dan kesedihan yang sedang dialaminya, serta menenangkan perasaannya yang mudah tersentuh.
  13. Jagalah kerahasiaan perkawinan Anda. Diriwayatkan dalam sebuah hadist oleh Abu Sa’id Al-Khudry bahwa Rasulullah SAW bersabda :
    “ Sungguh di antara orang yang paling buruk di hadapan Allah SWT pada saat hari kebangkitan adalah laki-laki yang mendatangi istrinya untuk melakukan hubungan badan, dan dia membeberkan rahasia itu (tentang hubungan badan) kepada yang lain.”
  14. Bekerja sama dalam melakukan ibadah kepada Allah SWT, sholat berjama’ah dan selalu tingkatkan aktifitas Anda dalam beribadah kepada Allah SWT, seperti bersedekah, dzikir (mengingat Allah SWT), dan sholat pada malam hari (qiyamul lail). Rasulullah SAW bersabda :
    “ Semoga rahmat Allah SWT dilimpahkan kepada laki-laki yang bangun pada malam hari dan membangunkan istrinya untuk sholat bersamanya, dan jika dia menolak maka percikkan air ke wajahnya”.
  15. Selalu menunjukkan rasa hormat kepada keluarga dan teman istri Anda.
  16. Usahakan untuk mendidik istri Anda tentang islam dan berilah istri Anda nasehat-nasehat.
  17. Cemburu yang sewajarnya.
  18. Bersabar dan berlaku lembutlah kepada istri Anda. Kendalikan amarah Anda dan buatlah sang istri untuk menghilangkan keragu-raguannya terhadap Anda, dan nasehatilah dia ketika melakukan suatu kesalahan.
  19. Jadilah pema’af dan tegurlah istri Anda dengan cara yang baik dan sampaikan pada saat yang benar-benar tepat.
  20. Jadilah seorang suami muslim yang sejati, dan terapkan semua yang pernah dibaca dan dipahami tentang Islam, dengan arif dan bijaksana.


dikutip dari: Almuhajirun